AWS Pop Up Loft: Partisipasi Aktif dan Keterlibatan Perempuan di Industri Teknologi Digital
AWS Pop Up Loft: Partisipasi Aktif dan Keterlibatan Perempuan di Industri Teknologi Digital
Teknologi

Di Indonesia, konteks memperjuangkan hak dan kesetaraan gender telah terjadi sejak era R.A Kartini 100 tahun silam. Perjuangan ini menjadi semangat yang diwariskan sampai generasi modern masa kini. Bentuk perjuangan di era masa kini masih terkait dengan akses pendidikan, kesempatan berkarir, inklusi keuangan dan lain - lain.

Upaya tersebut dilakukan melalui banyak hal diantaranya seperti kesenian tari, lagu, seminar, workshop, exhibition, dan bahkan diskusi di ruang publik.

Baru - baru ini, salah satu acara yang membawa semangat emansipasi perempuan hadir di Jakarta yaitu Levelling the Playing Field: How to Get More Women in Tech. Acara ini dilaksanakan di WeWork Mega Kuningan, Noble House, Jakarta.

AWS Pop Up Loft Jakarta yang diselenggarakan oleh AWS (Amazon Cloud Service) pada tanggal 24  Oktober 2019 di Jakarta, menghadirkan 4 perempuan bertalenta yang mempunyai peran sebagai Leader di industri masing - masing. 

Source: Private Doc. Billfazz

Para srikandi muda yang menjadi pembicara diantaranya adalah (kiri ke kanan berurutan) Roolin Njotosetiadi (CEO & Co Founder Logisly), Niki Tsuraya (COO & Co Founder Goers), Ayunda Hamzah (Head of Billfazz), dan Samira Shihab (CEO & Co Founder Tinkerlust).

Menurut AWS sendiri, tujuan dari acara ini adalah untuk memaparkan partisipasi dan pengaruh perempuan dalam industri teknologi, khususnya di Indonesia. Melalui acara ini diharapkan sebuah perusahaan atau organisasi mampu menampung diversity (keragaman) dalam aspek perspektif.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh iPrice.com, persentase partisipasi perempuan Indonesia di industri teknologi adalah yang paling rendah. Jika dibandingkan dengan Malaysia, kita tertinggal cukup jauh. 

Daftar Partisipasi Perempuan Indonesia di Industri Teknologi,

Berdasarkan data pada grafik di atas diketahui bahwa persentase partisipasi perempuan di sektor Teknologi dan Digital hanya menyentuh 31%. Hal ini lebih rendah dari Malaysia yang menyentuh angka 42% dan Filipina 55%.

Hal ini tentu perlu menjadi evaluasi dari segenap stakeholder yang bersinggungan seperti Founder perusahaan, lembaga pendidikan hingga Leader yang menempati posisi strategis sebuah perusahaan. 

Lalu Mengapa Partisipasi Aktif dan Keterlibatan Perempuan dalam Industri Teknologi Digital Penting?

Studi yang dilakukan oleh Peterson Institute tahun 2016 menyatakan bahwa 21.980 perusahaan di 91 negara yang mempunyai pemimpin perempuan dalam manajemen perusahaan, mampu menghasilkan profit tahunan 2,7% lebih tinggi dari perusahaan yang tidak.

Hal ini tentu terkait dengan keragaman ide pengembangan bisnis dan juga perspektif yang akan muncul dari diverse atmosphere. Selain itu, hal ini juga bisa berasal dari cara approach masalah yang bervariasi sehingga keterlibatan perempuan dalam memimpin sebuah kelompok akan sangat memberikan dampak yang besar.

Bagaimana Meningkatkan Partisipasi Aktif dan Keterlibatan Perempuan dalam Industri Teknologi Digital?

Melihat perkembangan industri digital yang semakin pesat, membuat banyak pihak merasa perlu untuk merekrut human resource yang berkualitas. Kualitas human resource yang dimaksud adalah kualitas dalam segi hard skill dan juga soft skill. 

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melihat kematangan emosional, dan aspek skill set yang dimiliki. Tentu semua itu harus berdasarkan merit system, tanpa melihat gender. 

Selain itu, memberikan peran serta tanggung jawab berdasarkan kemampuan yang dimiliki, tanpa melihat gender akan mengurangi efek bias dan mampu mengurangi stigma bahwa satu gender lebih baik dari gender lain. Selain itu dengan memprioritaskan merit system akan bisa lebih objektif dalam mencapai tujuan yang ingin diraih. Pada akhirnya ini akan menghilangkan diskriminasi dan gap terhadap gender. 

Proses rekrutmen yang mengedepankan aspek merit juga perlu dilakukan secara terus menerus dengan evaluasi yang konsisten. Keterlibatan perempuan dalam dunia teknologi digital akan mampu menjadi keputusan yang tepat. Pada akhirnya kita akan dapat melihat impact yang diberikan dari partisipasi aktif tersebut.


Billfazz Ranger November 25, 2019 30 views
Related Articles
Tidak ada postingan terkait untuk artikel berikut.