Gunakan Business Model Canvas untuk Mengevaluasi Bisnis Anda
Gunakan Business Model Canvas untuk Mengevaluasi Bisnis Anda
Info Bisnis

Apa yang muncul di pikiran Anda ketika berbicara soal evaluasi bisnis? 

  • Revenue stream? 
  • Cara mendapatkan pelanggan baru yang lebih banyak dan loyal? 
  • Mempertahankan pelanggan yang sudah ada?
  • Mengupayakan bisnis tetap berjalan (sustain)?

Semua hal di atas pasti akan muncul di benak setiap pemilik bisnis. Berbagai upaya dan strategi bisnis akan diaplikasikan demi menjaga stabilitas bisnis, bukan?

Namun, tak jarang bisnis yang hanya bisa bertahan sampai tahun ke - 3 saja. Dikutip dari Artikel Billfazz tentang Kunci Sukses untuk Memajukan Bisnis Anda bahwa penelitian yang dilakukan Universitas Tennessee pada tahun 2013, menunjukkan 25% bisnis gagal setelah 1 tahun. 

Lalu, di tahun kedua 35% bisnis mengalami kegagalan. Persentase kegagalan lebih besar terjadi di tahun ketiga dimana 44% bisnis gulung tikar. Arti dari persentase di atas adalah, apabila ada 10 bisnis yang muncul, maka hanya akan ada 2 hingga 3 bisnis saja yang akan bertahan setelah tahun ketiga. 

Hal tersebut bisa terjadi apabila pemilik bisnis gagal mengevaluasi perkembangan bisnisnya. Ibaratnya seorang pebisnis yang tidak mengenal secara mendalam bisnisnya maka potensi kerugian dan gulung tikar mengintai.

Nah, apakah para pebisnis perlu merekrut seorang business advisor? Tentu jawabannya tidak perlu apabila Anda masih mempunyai kemampuan menganalisis bisnis Anda sendiri. Berbekal tim internal Anda seperti Business Development, Product, Data dan Marketing, maka Anda akan mampu mengevaluasi perkembangan bisnis.

Bagaimana saya melakukan evaluasi bisnis tersebut?

Jawabannya adalah menggunakan Business Model Canvas. Sebuah prototype yang dapat digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi apakah bisnis Anda saat ini masih relevan dan akan bertahan di masa depan.

Sumber: DailySocial

Menurut DailySocial BMC merupakan kerangka kerja atau ‘’tool’’ untuk memudahkan pelaku bisnis dalam menganalisis kekuatan dan kekurangan proses bisnis.

Jika dahulu Anda mengenal analisis SWOT yang membantu dalam menganalisis kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman sebuah usaha, maka kehadiran BMC lebih mendetail dalam membantu mengevaluasi sebuah bisnis.

Bagaimana cara mengisi Business Model Canvas?

Menggunakan BMC tidaklah sulit, Anda hanya perlu mengetahui fungsi dari setiap kotak dan urutan mengisi kotak tersebut.

Di dalam BMC terdapat sembilan elemen yang terbagi menjadi tiga kategori utama. 

Kategori pertama disebut Desirability yaitu elemen yang mendefinisikan keinginan, objektif, visi - misi startup/founders. Terdiri dari customer segments, value proposition dan customer relationship.

Kedua adalah Feasibility yaitu elemen yang mendefinisikan dukungan untuk merealisasikan keinginan tersebut. Meliputi channels, key activities, key resources, dan key partners.

Ketiga adalah Viability yaitu elemen yang menjelaskan tentang performa bisnis dan terdiri dari revenue streams dan cost structure.

Berikut ini terdapat contoh BMC dari startup Airbnb.

Sumber: Komunitas Bukalapak

Gambar di atas adalah BMC dari Airbnb yang telah terisi. Sebelum lanjut ke urutan menulis, mari kita pahami definisi masing - masing kotak supaya lebih mudah dalam melengkapi BMC bisnis Anda.

Customer Segment adalah kotak yang mengharuskan Anda untuk mengisi karakter konsumen yang Anda targetkan.

Value Proposition adalah keuntungan, keistimewaan, keunikan, nilai yang akan didapatkan oleh customer segment saat menggunakan jasa atau produk Anda. Nilai tersebut akan cocok ketika menjadi kebutuhan customer segment.

Customer Relationship adalah upaya Anda dalam menjaga relasi dengan konsumen seperti adanya platform CS, promo, program retensi dan lain - lain.

Channels adalah corong komunikasi yang Anda gunakan untuk menjangkau konsumen Anda, seperti media sosial, email dan portal community engagement.

Key Activities adalah aktivitas yang Anda lakukan sebagai strategi bisnis, maintain kualitas sistem, inovasi produk dan kegiatan marketing usaha Anda sehari - hari.

Key Partners adalah kotak yang berisi tentang partner bisnis Anda. Bisa berupa third party company dan lain - lain.

Key Resources berkaitan dengan upaya apa yang Anda lakukan dan siapa saja yang berperan di balik bisnis Anda. Kotak ini mewakili stakeholders seperti karyawan, aplikasi, website dan lain - lain.

Cost Structure merupakan daftar keperluan yang mengharuskan Anda mengeluarkan biaya. Biasanya terdiri dari budget untuk operasional, marketing, dan lain - lain.

Revenue Streams adalah sumber penghasilan bisnis Anda.

Lalu, bagaimana urutan mengisi BMC?

Jika Anda sudah paham dengan definisi masing - masing kotak, silakan Anda teruskan untuk memahami urutan pengisian BMC berikut.

Sumber: How to use the canvas

Menurut situs businessmodelsinc.com diketahui bahwa urutan paling utama yang perlu diisi adalah Customer Segment dan Value Proposition.

Dua hal tersebut menjadi pondasi awal dalam mengevaluasi sebuah bisnis atau saat akan membangun bisnis. Anda harus tahu dulu apa value yang akan ditawarkan kepada konsumen. Anda juga harus menilai apakah konsumen tersebut sesuai dengan value yang coba Anda tawarkan. 

Hal ini berarti, Anda harus memastikan kotak Customer Segment dan Value Proposition harus berhubungan satu sama lain.

Setelah itu Anda perlu fokus untuk mengisi kotak yang ada di sisi kanan terlebih dahulu. Baru setelah semua sisi kanan terisi, Anda dapat beranjak ke sisi kiri. Namun yang paling mendasar adalah bagian Customer Segment dan Value Proposition.

Sumber lain dari Finansialku.com juga menyatakan hal yang sama, yaitu pengisian BMC dimulai dari poin Customer Segment dan Value Proposition terlebih dahulu. Setelah itu fokus mengisi di sisi kanan dulu, baru masuk ke sisi kiri.

Sumber : 9 Tahap Membuat Model Bisnis

Apabila Anda melihat dua tabel di atas mungkin ada sedikit perbedaan di dalam urutan, namun persamaan yang jelas adalah pengisian awal. Mengapa Customer Segment dan Value Proposition diletakkan pada 2 urutan awal? Hal ini tentu beralasan.

Alasannya adalah karena dua poin tersebut menjadi bekal utama dalam membuat sebuah strategi bisnis atau mengevaluasi bisnis. Dua poin itu nantinya akan mempengaruhi strategi, partner bisnis, media komunikasi, kegiatan, jumlah dana operasional yang dibutuhkan dan kemungkinan pendapatan yang akan didapatkan perusahaan.

Bagaimana? Mudah bukan? Anda hanya perlu berlatih dan mengisi BMC bersama tim Anda, karena dengan mengisi bersama rekan Anda maka perspektif yang bervariasi akan memberikan evaluasi yang lebih detail.

Selamat mencoba!

Baca juga : Kiat Sukses Bisnis Online Melalui Strategi Digital Marketing

Sumber artikel

Billfazz Ranger April 17, 2020 887 views
Related Articles
Pentingnya Kualitas Layanan Konsumen untuk Bisnis Anda
Pentingnya Kualitas Layanan Konsumen untuk Bisnis Anda
Alasan mengapa menjaga kualitas layanan konsumen untuk bisnis PPOB Anda penting.
Billfazz Ranger November 14, 2019 108 views
Kenali USP Perusahaan Partner sebelum Melakukan Kerjasama secara Profesional
Kenali USP Perusahaan Partner sebelum Melakukan Kerjasama secara Profesional
Mengapa Anda perlu menilai sebuah perusahaan partner melalui USP yang dimiliki? Simak penjelasan berikut!
Billfazz Ranger December 17, 2019 314 views
BILLFAZZ_Blog_aplikasi-e-wallet-di-hp
Di Balik Perang E-Wallet ada Bisnis Digital yang Menguntungkan
Pahami potensi E-Wallet untuk dijadikan bisnis digital yang menguntungkan.
Billfazz Ranger February 19, 2020 0.9rb views
Bisnis-Voucher-Game Online-Bisa-Bawa-Untung
Bisnis Voucher Game Online Bisa Bawa Untung
Bisnis voucher game online mempunyai potensi untung yang besar. Cek informasi selengkapnya!
Billfazz Ranger January 31, 2020 583 views
Peran Uang Elektronik di Kehidupan Masyarakat dan Keuntungan Bisnis Top Up Saldo.
Peran Uang Elektronik di Kehidupan Masyarakat dan Keuntungan Bisnis Top Up Saldo.
Berikut ini terdapat beberapa riset yang dilakukan terkait kepemilikan uang elektronik.
Billfazz Ranger February 12, 2020 340 views
Melihat Potensi Bisnis Pembayaran Listrik Prabayar dan Pascabayar
Melihat Potensi Bisnis Pembayaran Listrik Prabayar dan Pascabayar
Berikut ini potensi bisnis pembayaran listrik prabayar dan pascabayar.
Billfazz Ranger January 23, 2020 505 views
Mengenal Discovery Generation
Mengenal Discovery Generation
Mengenal Discovery Generation, generasi baru yang lahir di era digital.
Billfazz Ranger April 15, 2020 124 views
Tips_Aman_dan_Anti_Buffering_Menggunakan_Internet saat Traveling
Tips Aman dan Anti Buffering Menggunakan Internet saat Traveling
Tips berikut bisa kamu coba untuk aman internetan tanpa buffering.
Billfazz Ranger February 12, 2020 102 views
BILLFAZZ_Blog_muka-bingung-dengan-buku-besar
5 Penyebab Bisnis Anda Menjadi Tidak Sehat dan Berkembang
Cek info berikut tentang mengapa bisnis Anda bisa jalan di tempat.
Billfazz Ranger March 18, 2020 196 views
Apa Saja 5 Hal Penting Untuk Mengembangkan Bisnis Pembayaran Online Anda?
Apa Saja 5 Hal Penting Untuk Mengembangkan Bisnis Pembayaran Online Anda?
Bisnis online pulsa menguasai pasar sebesar 75-80%. Pahami hal - hal berikut untuk mengembangkan bisnis tersebut.
Billfazz Ranger November 27, 2019 110 views