BILLFAZZ_Blog_aplikasi-e-wallet-di-hp
Di Balik Perang E-Wallet ada Bisnis Digital yang Menguntungkan
Financial
Info Bisnis
Produk Billfazz

Saat ini kemajuan teknologi yang semakin cepat, menjadikan lapangan pekerjaan digital semakin terbuka lebar dan peluang bisnis baru kian bermunculan. Dari mulai ojek online, pesan tiket online, hingga bisnis-bisnis yang menawarkan pengisian E-wallet. Lalu, apa itu E-wallet ?

E-wallet atau dompet elektronik merupakan sebuah aplikasi atau fitur yang dikembangkan untuk memudahkan pengguna dalam melakukan pembayaran. Menurut Pasal 1 angka 7 Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran, E-wallet adalah layanan elektronik yang berfungsi untuk menyimpan data instrumen pembayaran dan sebagai alat pembayaran dengan menggunakan kartu dan/atau uang elektronik dengan membutuhkan akses internet.

Berdasarkan data dari Bank Indonesia, sudah ada 38 E-wallet yang mendapatkan lisensi resmi. Pada tahun 2018, transaksi E-wallet di Indonesia mencapai angka USD1.5 miliar dan diprediksikan akan meningkat menjadi USD 25 miliar pada tahun 2023. Lalu siapakah 5 besar top E-wallet saat ini

Go-pay sebagai salah satu produk dari startup decacorn pertama di Indonesia. Go-Pay sendiri merupakan Layanan pembayaran dari Gojek yang dianggap memperluas akses finansial bagi jutaan masyarakat Indonesia. Menurut informasi dari Medium 30% dari total transaksi uang elektronik di Indonesia berasal dari Go-Pay. 

Go-pay berhasil menyentuh angka transaksi sebesar USD 6.3 miliar dan sekitar 70% didapatkan dari transaksi Gojek menggunakan Go-Pay sebagai metode pembayaran di tahun 2019. Go-Pay juga merupakan metode pembayaran utama dari Go-Food, yang juga merupakan aplikasi pengantar makanan terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, di awal tahun 2019 Go-Pay resmi menjadi salah opsi pembayaran yang tersedia di Google Play.

Tak kalah dengan pesaingnya Go-pay, E-wallet yang satu ini hadir dengan memberikan promosi cashback besar-besaran di merchant, pusat perbelanjaan, bahkan menggandeng e-commerce unicorn Indonesia seperti Tokopedia dengan OVO Cash. selain itu, bekerja sama dengan salah satu transportasi online grab sebagai alat pembayaran. 

Menurut tek.id di November 2017, pengguna OVO telah tumbuh lebih dari 400 persen dan berasal dari transportasi, ritel, dan e-commerce. Perusahaan ini juga mengklaim tahun 2017 lalu telah terdapat lebih dari 500.000 gerai offline yang menggunakan OVO sebagai metode pembayaran.

Pada saat  2018 OVO hadir di 303 kota di Indonesia. Pencapaian ini menegaskan peran OVO sebagai solusi pembayaran online tidak hanya di kota metropolitan, namun di seluruh Indonesia. OVO telah menjangkau Sabang hingga Merauke dengan 77% pengguna OVO berada di luar Jabodetabek, dan prestasi di tahun 2019 OVO berhasil menduduki peringkat kedua berdasarkan jumlah download aplikasi di Q2 2019.

Kompetitor E-wallet berikutnya yaitu dana, sebagai pendatang baru pada 2018, dana langsung memperkenalkan layanan berbasis open platform. E-wallet hasil kerjasama Emtek group dan Ant Financial juga merupakan aplikasi E-wallet resmi yang bisa digunakan untuk transaksi di e-commerce Bukalapak melalui BukaDompet.

Sebagai pemain baru di layanan pembayaran berbasis online prestasi dana cukup bagus terlihat pada 2019 Dana berhasil naik satu peringkat di Q2 menggantikan LinkAja di posisi ketiga.

Layanan pembayaran dengan tagline #gantidompet ini  mengusung sistem open platform, dengan kembali menambah kemitraan. Setelah sebelumnya bekerja sama pada ecommerce seperti aplikasi Bukalapak, dan Cinema XXI kini DANA sudah hadir di aplikasi TIXid.

Saat perusahaan startup berlomba lomba untuk menciptakan produk layanan keuangan tak tinggal diam 30 juni 2019 berbagai BUMN  (Badan Usaha Milik Negara) bergabung menghadirkan sebuah aplikasi E-wallet yaitu LinkAja. LinkAja merupakan gabungan dari T-Cash milik Telkomsel, Mandiri e-cash milik Bank Mandiri, UnikQu milik BNI, T-Money milik Telkom dan T-Bank milik BRI.

LinkAja resmi menjadi saingan Go-Pay, OVO dan dana yang sudah lebih dulu terjun di dunia fintech, dengan total 22 juta pengguna yang sudah terdaftar di tahun 2019. Terkenal dengan tagline #pakeLinkAja salah satu keunggulannya yang tidak dimiliki pesaingnya yaitu LinkAja mampu memberikan layanan top up kartu bank seperti e money, brizzi dan tap cash dengan menggunakan aplikasi LinkAja.

Pertumbuhan E-wallet semakin di minati masyarakat

Kehadiran E-wallet ini sangat membantu masyarakat terutama generasi milenial sebagai konsumen terbesar pengguna internet dalam bertransaksi online. Pengguna E-wallet juga makin tergiur menggunakan fasilitas ini karena banyak promo yang ditawarkan dari aplikasi E-wallet. Mulai dari diskon sampai poin yang bisa ditukarkan dengan layanan atau produk gratis.

Sistem transaksi dengan E-wallet melibatkan segala sesuatu yang berkaitan dengan rekening pengguna untuk dibayarkan kepada penjual berupa pemotongan langsung saldo yang ada pada rekening pengguna. E-wallet juga memungkinkan pengguna yang telah terdaftar untuk melakukan pembayaran secara online dengan aman dan nyaman, serta dapat menerima atau mengirim uang hanya dengan mencantumkan nomor telepon yang akan dituju dan yang saat ini sedang menjadi tren yaitu scan kode QR atau barcode.

Bagi pengguna E-wallet, akan banyak efisiensi yang dirasakan manfaatnya dari waktu tunggu untuk menghitung uang tunai, waktu untuk menghitung kembalian, dan sebagainya. Saat akan bepergian semuanya bisa lebih praktis, tanpa membawa banyak uang tunai. Selain itu, tersedia diskon dan potongan khusus bagi pengguna E-wallet.

E wallet membawa dampak yang baik bagi perekonomian nasional karena proses transaksi yang semakin cepat dan mudah membuat tingkat konsumsi masyarakat akan menjadi naik dan perputaran uang semakin cepat serta memicu perkembangan sektor riil. 

Seiring semakin meningkatnya transaksi E-wallet di Indonesia dan minat pengguna E-wallet membuka peluang bisnis baru yang lebih, yaitu bisnis top up saldo E-wallet seperti go pay, OVO, Dana dan LinkAja. Market dari bisnis ini sendiri dirasa dapat menjangkau pengguna E-wallet yang belum memiliki rekening bank atau belum mengaktifkan fitur m-banking di smartphone untuk mengisi saldo pada E-wallet. 

Faktanya, menurut databoks saat ini, terdapat 92 Juta penduduk dewasa Indonesia belum tersentuh layanan finansial.  Layanan yang dimaksud yaitu memiliki rekening bank, mendapat layanan kredit, melakukan investasi, serta mendapat layanan asuransi dari perbankan atau lembaga finansial lainnya.

Melihat kebutuhan besar top up saldo E-wallet dan masyarakat yang masih belum tersentuh bank membuat bisnis top up saldo E-wallet semakin menjamur. Bisnis tersebut bekerja sama dengan penyedia jasa layanan keuangan yang menawarkan harga murah, dan cepat.

Namun dalam menjalankan bisnis top up saldo E-wallet anda perlu dengan cermat memilih partner penyedia jasa layanan keuangan yang memiliki sistem yang aman dan produk lengkap serta layanan cs 24 jam agar bisnis top up saldo E-wallet anda semakin menguntungkan. 

Baca : "Tips Memilih Biller Profesional untuk Mendukung Bisnis PPOB Anda"


Billfazz Ranger February 19, 2020 83 views
Related Articles
Potensi Pengembangan Bisnis Layanan Pulsa dan Paket Data Internet
Potensi Pengembangan Bisnis Layanan Pulsa dan Paket Data Internet
Apakah peluang berbisnis pulsa dan paket internet cukup menjanjikan? Cek informasi berikut!
Billfazz Ranger January 22, 2020 126 views
5 Hal Penting Seorang Business Owner Perlu Lakukan untuk Menjaga Kekompakan Tim
5 Hal Penting Seorang Business Owner Perlu Lakukan untuk Menjaga Kekompakan Tim
Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seorang business owner untuk menjaga keutuhan tim,
Billfazz Ranger January 15, 2020 98 views
Apa Saja 5 Hal Penting Untuk Mengembangkan Bisnis Pembayaran Online Anda?
Apa Saja 5 Hal Penting Untuk Mengembangkan Bisnis Pembayaran Online Anda?
Bisnis online pulsa menguasai pasar sebesar 75-80%. Pahami hal - hal berikut untuk mengembangkan bisnis tersebut.
Billfazz Ranger November 27, 2019 80 views
Kunci Sukses untuk Memajukan Bisnis Anda
Kunci Sukses untuk Memajukan Bisnis Anda
Menurut penelitian Universitas Tennessee tahun 2013, 25% bisnis gagal setelah 1 tahun. Di tahun kedua 35% bisnis gagal beroperasi.
Billfazz Ranger January 9, 2020 53 views
Bisnis-Voucher-Game Online-Bisa-Bawa-Untung
Bisnis Voucher Game Online Bisa Bawa Untung
Bisnis voucher game online mempunyai potensi untung yang besar. Cek informasi selengkapnya!
Billfazz Ranger January 31, 2020 71 views
Tips Membuat Konten untuk Kebutuhan Marketing Bisnis B2B
Tips Membuat Konten untuk Kebutuhan Marketing Bisnis B2B
Apakah bisnis B2B perlu konten marketing? Bagaimana cara memulainya? Simak penjelasan berikut.
Billfazz Ranger November 15, 2019 144 views
Peran Uang Elektronik di Kehidupan Masyarakat dan Keuntungan Bisnis Top Up Saldo.
Peran Uang Elektronik di Kehidupan Masyarakat dan Keuntungan Bisnis Top Up Saldo.
Berikut ini terdapat beberapa riset yang dilakukan terkait kepemilikan uang elektronik.
Billfazz Ranger February 12, 2020 56 views
BILLFAZZ_Blog_muka-bingung-dengan-buku-besar
5 Penyebab Bisnis Anda Menjadi Tidak Sehat dan Berkembang
Cek info berikut tentang mengapa bisnis Anda bisa jalan di tempat.
Billfazz Ranger March 18, 2020 57 views
Tips Memilih Biller yang Profesional untuk Mendukung Bisnis PPOB Anda
Tips Memilih Biller Profesional untuk Mendukung Bisnis PPOB Anda
Berikut ini beberapa tips untuk Anda dalam memilih partner Biller atau Billing Aggregator yang profesional.
Billfazz Ranger February 18, 2020 117 views
Jelang bulan Ramadhan Lakukan 5 Hal Berikut Untuk Menjaga Keuangan Anda
Jelang bulan Ramadhan Lakukan 5 Hal Berikut Untuk Menjaga Keuangan Anda
Perhatikan 5 Hal Berikut untuk Mengetahui Cara Menjaga Keuangan Anda Jelang Ramadhan.
Billfazz Ranger March 23, 2020 14 views